
Unsulbar Dorong Digitalisasi Kuliner Tradisional Sekarrasa
MAJENE, BalanuSulbar.com – Tim Pengabdian Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) gandeng Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Daerah Provinsi Sulawesi Barat perkuat daya saing industri kecil menengah (IKM) daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pengembangan toko digital berbasis aplikasi website bagi IKM Sekarrasa serta melalui pelatihan dan pendampingan usaha yang dilaksanakan pada 25 s.d. 26 Juli di Desa Bonde Utara, Kec. Pamboang, Majene.
Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan branding serta perluasan jangkauan pemasaran produk kuliner tradisional agar lebih dikenal luas oleh konsumen.
Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Muh Aswad mengapresiasi sinergi akademisi dalam mendukung transformasi digital para pelaku usaha lokal.
“Kerja sama ini menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah dan akademisi untuk mendorong IKM lokal naik kelas serta memperluas akses pasar berbasis teknologi,” ujar Aswad.
Selain penyediaan sistem aplikasi toko digital, para pelaku IKM juga diberikan pelatihan mengenai strategi pemasaran digital dan manajemen pencatatan keuangan modern.
Tim juga memberikan pendampingan khusus terkait fasilitasi sertifikasi halal demi memberikan jaminan kualitas serta kepastian mutu bagi para konsumen produk lokal.
Ketua Tim Pengabdian Unsulbar Irfan AP menjelaskan bahwa inovasi sistem berbasis website ini dirancang untuk mempermudah operasional transaksi dan promosi IKM Sekarrasa.
“Aplikasi web ini dipersiapkan agar IKM Sekarrasa memiliki platform mandiri yang profesional dalam mengelola produk dan melayani pesanan pelanggan secara digital,” kata Irfan AP.
Pemilik IKM Sekarrasa Dwi Indrayani menyambut positif dukungan penuh yang diberikan oleh pihak perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut.
“Pelatihan pemasaran, pencatatan keuangan, hingga fasilitasi halal ini sangat membantu usaha kami untuk berkembang lebih rapi dan menjangkau pasar yang lebih luas,” tutur Dwi Indrayani.
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi rujukan pengembangan digitalisasi bagi pelaku IKM kuliner lainnya di wilayah Sulawesi Barat.




